• Jalan Pulau Alor No. 36 Lantai 2 Denpasar - Bali
  • 082325.802.802
  • gunawan@sdmbali.com

Upah Buruh, Problem yang Tak Kunjung Usai

Perkara upah buruh memang selalu menjadi problem yang terus menerus terjadi.Pemerintah pun berusaha meningkatkan kesejahteraan buruh dari tahun ke tahun, melalui sejumlah kebijakan.

Pada 15 Oktober 2019, mantan Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri mengeluarkan surat edaran Nomor B-m/308/HI.01.00/X/2019 tentang Penyampaian Data Tingkat Inflasi Nasional dan Pertumbuhan Produk Domestik Bruto Tahun 2019.

Di dalamnya disampaikan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memutuskan kenaikan upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/kota (UMK) tahun 2020 sebesar 8,51%.

Pertimbangan kenaikan UMP dan UMK dihitung dari inflasi di setiap daerah sebesar 3,39% dan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,12% pada 2019.

 “Pertanyaannya bukan relevan atau tidak relevan, upah kita berbasis regulasi atau peraturan.Kalau relevan atau tidaknya, pertanyaanmu bisa dijawab kalau mengedepankan tuntutan pasar.Masalahnya, yang berlaku di Indonesia, bukan itu,” kata Hanif.

Kondisi tiap tiap Daerah Berbeda

Akan tetapi, Ketua Departemen Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Kahar S. Cahyono mengkritik penerapan formula perhitungan kenaikan upah berdasarkan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

Ia meminta, perhitungan kenaikan upah minimum disepakati melalui perundingan antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Alasannya, landasan survei kebutuhan hidup layak masing-masing daerah berbeda-beda.

“Tidak bisa dipukul rata dengan ukuran perhitungan inflasi dan pertumbuhan ekonomi tingkat nasional,” kata Kahar saat dihubungi, Rabu (16/10).

Kahar mengatakan, inflasi di beberapa daerah terhitung jauh lebih tinggi dibandingkan tingkat nasional.Akibatnya, kenaikan upah lebih rendah daripada inflasi.Ia menyarankan, besaran kenaikan upah bertumpu pada survei kebutuhan hidup layak yang sudah ditingkatkan kuantitas dan kualitasnya.

Detil  penjelasan lebih detil, silakan klik :

https://www.alinea.id/bisnis/upah-buruh-problem-yang-tak-kunjung-usai-b1Xow9oxm

Share Yuk !!

Share on facebook
Facebook
Share on google
Google+
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Leave a Replay

TENTANG KAMI

Sumber Daya Manusia (SDM) telah diakui sejak lama menjadi bagian terpenting dari suatu bangsa, negara dan tentu saja bagi perusahaan. Namun dalam prakteknya SDM belum sepenuhnya mendapat prioritas yang pantas dan selayaknya.

Hanya saja, pada akhirnya kenyataan dan tuntutan zaman menggiring seluruh kalangan kembali mulai menyadari betapa pentingnya SDM dalam aspek kehidupan termasuk bagi perusahaan. Dalam kondisi seperti ini, SDM BALI mencoba mengambil peran (walau masih kecil) untuk turut serta dalam upaya peningkatan SDM khususnya di Bali.

Belum banyak institusi di Bali yang mengambil peran secara serius dalam hal peningkatan SDM Bali. Baik dalam hal peningkatan kemampuan Manajemen SDM para pelaku/praktisi, dalam hal training aplikatif peningkatan kualitas kemampuan SDM, maupun dalam hal menjembatani penyaluran freshgraduate SMK dan Kampus (dunia pendidikan) dengan dunia usaha di Bali. Bahkan secara umum, belum ada komitmen dan upaya yang konsisten dalam mensosialisasikan / memasyarakatkan arti penting SDM.

Motto SDM BALI adalah menggelar kegiatan yang MURAH (biayanya terjangkau), MERIAH (melibatkan sebanyak mungkin kalangan) dan tentu BERMANFAAT (aplikatif dapat diterapkan di perusahaan).

Beberapa program kerja yang lain dari Forum SDM Bali adalah :

  • Seminar Kumpul Bareng SDM Bali
  • Training Aplikatif SDM Bali
  • Konsultasi / Workshop Aturan Ketenagakerjaan
  • Sosialisasi tentang SDM melalui :
    • Pembuatan Fanspage Facebook dan Group Whatsapp Umum HR dan Per Cluster SKKNI MSDM
    • Pembuatan Website SDM Bali
  • Posko Pemagangan SDM Bali khususnya untuk para fresh graduate / lulusan SMK – Diploma Sarjana
1
Hai, Kami dari SDM Bali
Ada yang bisa kami bantu ?
Powered by